Ajang tukar menukar gagasan, informasi, dan pemikiran-pemikiran positif lainnya, terutama yang berkaitan dengan pengembangan media massa dan juga
kegiatan-kegiatan kreatif di Pulau Bali.
one advise, Singapore and Malaysia had a very successfully event as they have their own national tourism board which really professional and firmed. It about time for Indonesia, isnt it? Cheersss OC
--- On Tue, 9/16/08, mediacare <mediacare@cbn.net.id> wrote:
From: mediacare <mediacare@cbn.net.id> Subject: [media-bali] Tidak kompak - Re: [tourismindonesia] Indonesia Tourism and Travel Fair 2008 To: tourismindonesia@yahoogroups.com, bango-mania@yahoogroups.com, "media jakarta" <media-jakarta@yahoogroups.com>, "media bali" <media-bali@yahoogroups.com> Date: Tuesday, September 16, 2008, 10:28 AM
Kolom - Detail
Senin, 15/09/2008 15:10 WIB
Indonesia Tourism and Travel Fair 2008
oleh : Hilda Sabri Sulistyo Wartawan Bisnis Indonesia
Memasuki kawasan Gelora Bung Karno Senayan suasana pameran terasa dengan banyaknya umbul-umbul bertuliskan Indonesia Tourism and Travel Fair 2008, The World Travel &Tourism Fiestavaganza, 11-14 September 2008 di Hall A & B Jakarta Convention Centre (JCC).
Melihat semaraknya umbul-umbul , dalam hati penulis bernafas lega akhirnya Indonesia punya juga ajang consumer show. Di negara tetangga, pesta wisata bergensi yang membidik langsung konsumen adalah MATTA Internasioanal Fair di Malaysia yang diselenggarakan oleh Malaysian Association of Tours & Travel Agent serta di Singapura, bernama NATAS Holiday diselenggarakan oleh National Association of Travel Agents Singapore.
Memasuki hall A, mata langsung tertumpu pada stand (booth) Firefly, maskapai anak perusahaan Malaysia Airlines yang akan masuk dan melayani penerbangan sejumlah rute di Indonesia Akhir Oktober mendatang dengan rute dari Penang ke Banda Aceh, Medan-Penang, Pekanbaru-Subang (Kuala Lumpur).
Ekaspansi rute besar-besaran bakal dilakukan tahun depan dengan membuka rute dari bandara Subang, Johor Bahru ke banyak kota di Indonesia yaitu Pangkalpinang, Jambi, Bandung, Padang, Bengkulu, Jakarta, Batam dan Palembang.
Saat jumpa pers usai pembukaan ITTF oleh Wapres Jusuf kalla, Menbudpar Jero Wacik mengklaim pesta wisata yang baru pertama kali dilaksanakan ini menjadi pukulan telak atau smes terakhir mengejar target Visit Indonesia 2008 sebanyak 7 juta wisman.
"Ibarat permainan bola voli, ITTF merupakan pukulan smes terakhir kita untuk meraih target jumlah wisatawan mancanegara pada akhir tahun 2008. Sampai bulan Juli, jumlah wisman sudah mencapai 3,47 juta orang, naik 11,43% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2007,"
Apalagi ITTF digagas oleh kalangan dunia usaha sendiri yaitu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), dan Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (INCCA). Peserta asing dari ITTF sebanyak sebanyak 60 buyers dari 12 negara.a.l Jerman, Polandia, Hungaria, Cekoslowakia, Australia, Austria, China,Hongong, Thailand, Korea, Jepang dan Malaysia.
Dalam pesta akbar ini para pesertanya memang banyak diikuti anggota ketiga organisasi itu, barulah menuju hall B ada booth Badan Pariwisata Malaysia (Tourism Malaysia) dan Badan Pariwisata Sabah yang mengajak masyarakat Indonesia berlibur ke Sabah, Genting, Kuala umpur dan Singapura.
Selain menggelar aneka produk wisata daerah, termasuk produk destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), penyelenggara memang mengadakan kegiatan ini bersamaan dengan kongres Asian Federasi Exhibition & Convention Association (AFECA) . Iqball Allan Abdullah. Ketua INCCA yang juga wakil presiden AFECA mengatakan peserta kongres ini jumlahnya 300 orang perwakilan negara anggota yang kedatangannya juga di dampingi sekitar 40 wartawan media asing.
Keunikan dari pesta wisata ini adalah pada hari pertama tidak terbuka untuk umum tetapi difokuskan untuk transaksi antara para buyers dan sellers atau disebut business to business (B2B), barulah hari kedua-keempat ajang business to custumers (B2C) untuk menjaring masyarakat Indonesia membeli paket-paket wisata terutama untuk Natal dan Tahun Baru 2009.
Ben Sukma, ketua penyelenggara ITTF mengatakan target transaksi yang terjadi diharapkan mencapai US$20 juta. Menurut dia kalau Malaysia pada ajang MATTA internasional Fair bisa membukukan transaksi US$5 juta dalam 3 hari kegiatan maka Indonesia dengan wilayahnya mencakup 34 provinsi dan empat hari pameran dengan target kasar 40.000 pengunjung maka optimistis angka itu tercapai.
Sikap optimistis itu cukup beralasan karena jauh-jauh hari penyeleggara sudah melakukan roadshow ke mancanegara dari kegiatan yang diiproyeksikan menelan dana Rp12 miliar, di mana kalangan industri pariwisata menanggung 60% dari total kebutuhan dana, selebihnya 40% a ditanggung Depbudpar. Apalagi buyers asing juga diberikan post tour non Bali seperti ke Sumut, Bandung, Yogya dan Solo.
Menbudpar Jero Wacik menegaskan pihaknya tak segan-segan mengucurkan kegiatan yang baru pertama kali, namun dukungan pemerintah untuk kegiatan selanjutnya akan berkurang seiring dengan kemampuan swasta mengelola event yang dijadwalkan menjadi acara tahunan ini.
Meski bangga dengan hadirnya satu event akbar pariwisata di negeri ini, usai meliput ITTF kalangan pers pemerhati pariwisata menyisakan banyak pertanyaan rupanya. Bagaimana nasib dengan Gebyar Wisata Nusantara (GWN) yang tiap tahun di gelar di Jakarta sekitar awal Mei untuk menjaring masyarakat membeli produk wisata dalam negri menghadapi liburan sekolah?
Kalau memang ITTF konsepnya consumer show, menjual langsung ke konsumen maka GWN seharusnya merger saja dalam event itu. Jadi masyarakat bebas membeli mau paket outbound ke luar negri, atau jalan-jalan di negri sendiri dalam satu atap. Bagaimana pula nasib Pasar Wisata Indonesia (PWI) atau biasa disebut Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) ke 14. Bursa pariwisata yang sudah masuk peta pariwisata dunia ini akan berlangsung 14-17 Oktober di Makasar.
Meity Robot, ketua pengarah kegiatan PWI mengatakan pihaknya menargetkan transaksi US$20 juta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ajang travel trade (B2B) ini senantiasa melibatkan berbagai pihak antara lain BPPI (Badan Promosi Pariwisata Indonesia) sebagai penggagas dan pemilik konsep PWI, pemerintah daerah setempat maupun pemda di 34 provinsi beserta industri pariwisata.
Rupanya rentang waktu 18 tahun menggeluti dunia pariwisata, belum membuat penulis bisa mudah memahami apakah ITTF ini mau mendorong orang Indonesia berwisata ke luar negri atau mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia?
Di tengah teriakan Budpar dan industri bahwa pariwisata RI minim dana promosi, mengapa penggunaan dana itu tidak dilakukan dengan smart? Apakah menambah event tahunan menjadi solusi?. Keluar dari JCC yang terngiang-ngiang adalah ucapan Wapres Jusuf Kalla yang menekankan pentingnya kekompakan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. (hilda.sabri@ bisnis.co. id)
Subject: [tourismindonesia] Indonesia Tourism and Travel Fair 2008
<!--[endif]-->Memasuki kawasan Gelora Bung Karno Senayan suasana pameran terasa dengan banyaknya umbul-umbul bertuliskan Indonesia Tourism and Travel Fair 2008, The World Travel &Tourism Fiestavaganza, 11-14 September 2008 di Hall A & B Jakarta Convention Centre (JCC).
Melihat semaraknya umbul-umbul , dalam hati penulis bernafas lega akhirnya Indonesia punya juga ajang consumer show. Di negara tetangga, pesta wisata bergensi yang membidik langsung konsumen adalah MATTA Internasioanal Fair di Malaysia yang diselenggarakan oleh Malaysian Association of Tours & Travel Agent serta di Singapura, bernama NATAS Holiday diselenggarakan oleh National Association of Travel Agents Singapore. selanjutnya
0 komentar:
Post a Comment