[media-bali] Re: [balinet] Pertemuan Bali
Sepertinya ada salah tulis ya..
"Manajemen BTDC menanam sedikitnya 150 pohon di areal sekitar 7 hektare tersebut.."
Mosok cuma 150 pohon di areal 7 hektar?
__._,_.___----- Original Message -----From: Putra SemarapuraSent: Sunday, December 02, 2007 2:05 AMSubject: [balinet] Pertemuan Bali
coba KTT sejenis ini diadakan tiap minggu atau tiap bulan di Bali, Udara di Bali pasti selalu bersih. Kota jadi lebih hijau, penduduk pada ramai kembali menanam pohon-pohon. kamar hotel jadi terisi semua, restoran laris manis, dll.===================== === Pertemuan Bali
Nusa Dua Bersolek RiaAda nuansa berbeda pada dua semenanjung kecil di sisi timur Bali Tourism Development Corporation (BTDC), kawasan perhotelan elite di Nusa Dua, Bali. Tepatnya di Penninsula Island, semenanjung sempit yang menjadi ikon Nusa Dua. Semenanjung yang lebih menyerupai dua pulau ecil itulah yang menjadi dasar penamaan Nusa Dua, berarti dua pulau.
Tak seperti tahun-tahun silam, awal November ini Penninsula Island terlihat sangat hijau. Padahal semenanjung ini dulunya hanyalah hamparan ilalang yang sangat gersang. "Penninsula Island kita upayakan agar hijau, karena kita akan menjadi tuan rumah Konvensi PBB untuk global warming," kata I Made Mandra, Direktur Utama BTDC.
Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim ke-13 (UNFCCC) yang digelar di Bali awal Desember ini betul-betul membius berbagai kalangan di Bali. Manajemen BTDC menanam sedikitnya 150 pohon di areal sekitar 7 hektare tersebut. Bahkan untuk menjamin kelangsungan hidup pohon-pohon dan rumput di sana, digunakan sedikitnya 150 meter kubik air per hari.
Untuk menyemarakkan rangkaian acara konvensi, di Penninsula Island digelar pameran teknologi ramah lingkungan. Sedikitnya, sudah ada 31 peserta yang dipastikan bergabung dalam pameran tersebut.
Tak cuma mempersolek Penninsula Island, Mandera mengaku tengah berupaya melakukan pembenahan di berbagai sisi. Salah satunya terkait dengan pengamanan kawasan. "Kita akan tambah security sekitar 25%. Tenaga security yang ada sekarang baru 80 orang," ujarnya. Di samping kenyamanan, keamanan menurutnya juga sangat penting dalam menyukseskan penyelenggaraan UNFCCC.
Seluruh hotel di kawasan BTDC dipastikan bakal sibuk luar biasa saat penyelenggaraan UNFCCC. Total 4.000 kamar hotel di kawasan BTDC akan dipakai oleh para delegasi. Kamar-kamar hotel di Kuta dan Sanur juga akan banyak kecipratan rezeki dari delegasi konvensi. Apalagi diperkirakan akan hadir minimal 10.000 orang yang terlibat dalam UNFCCC.
Kawasan Nusa Dua dirancang menjadi kawasan bebas polusi pada bulan Desember. Menurut Kepala Pusat Manajemen Lingkungan untuk Bali dan Nusa Tenggara yang sekaligus Sekretaris Panitia Daerah UNFCCC, R. Sudirman, seluruh kendaraan yang akan memasuki kawasan BTDC akan diuji emisi.
Kendaraan yang emisinya tidak memenuhi baku mutu rencananya tidak akan diperbolehkan memasuki kawasan BTDC. Selain itu, untuk mendukung Nusa Dua Bebas Polusi, akan disiapkan 500 unit sepeda gunung gratis sebagai sarana transportasi bagi pendukung kegiatan. "Kita benar-benar berupaya agar Nusa Dua jadi hijau," Sudirman menerangkan.
Salah satu hotel yang terlihat sibuk berbenah di kawasan Nusa Dua adalah The Westin Hotels & Resort, hotel chain yang bakal menjadi lokasi utama penyelenggaraan UNFCCC. Pekan pertama November lalu, sejumlah pekerja tampak sibuk membuat galian di beberapa titik di kawasan hotel. "Ini persiapan untuk membangun tenda-tenda untuk media center," kata Rainata Tjoa, Director Marketing Communication The Westin Hotels & Resort.
Tak cuma itu, beberapa orang lainnya juga sibuk mengangkat sebuah pohon flamboyan besar. Lho kok? Rupanya, pohon yang diperkirakan sudah berusia puluhan tahun itu akan dipindahkan ke lokasi parkir. "Karena kami harus memasang banyak tenda di luar ruangan. Jadi, terpaksa beberapa pohon kami pindahkan. Tapi kami tidak menebang pohon. Kami hanya memindahkannya sementara," ujar Rainata.
Mulai 1 Desember, The Westin tidak menerima tamu reguler. Karena 350 kamar yang dimiliki hotel ini, bakal digunakan seluruhnya oleh delegasi. Bahkan sejak akhir November, beberapa kamar di The Westin akan dialihfungsikan menjadi kantor perwakilan duta besar negara-negara anggota PBB. "Yang pasti, kita siap hadapi even besar ini," ujarnya.
Menurut Sudirman, persiapan menghadapi UNFCCC telah menyedot cukup banyak tenaga. Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran sekitar Rp 114 milyar. Bukan sekadar persiapan di lokasi konferensi, panitia juga harus mempersiapkan lokasi yang bakal dikunjungi delegasi, di luar Nusa Dua. Misalnya di Desa Energi, Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Nusa Penida dipilih menjadi percontohan "desa energi" karena sudah menggunakan energi terbarukan. Yakni, dua unit pembangkit listrik tenaga bayu (angin) dengan masing-masing berkapasitas 40 kWh. Targetnya, akan dibangun sebanyak 20 unit pembangkit listrik tenaga bayu dan air.
Namun, menjelang konferensi UNFCCC baru bisa dibangun tujuh unit pembangkit listrik tenaga bayu dan dua unit pembangkit listrik tenaga air. Di kawasan itu juga akan dipasang satu unit pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 30 Kwh. Tak cuma itu, fasilitas WC dan saluran air bersih lainnya di kawasan kering tersebut juga tengah dibangun.
Berbagai langkah penghijauan, juga tengah digencarkan oleh Pemerintah Daerah Bali. Penanaman bakau di Taman Hutan Raya Mangrove Suwung Denpasar kini terus digenjot. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Bali, Made Sulendra, pihaknya telah mempersiapkan 10.000 bibit bakau untuk masing-masing kabupaten/ kota dan 13.000 bibit untuk provinsi.
Semunya ditargetkan sudah tertanam sebelum kegiatan. Ribuan bibit lainnya juga telah disiapkan untuk para delegasi yang akan menanam bakau pada kunjungan ke Taman Hutan Raya Mangrove Suwung.
Penghijauan di kawasan hutan dilakukan pula di seluruh Bali. Pada 28 November mendatang, akan digelar penanaman pohon secara besar-besaran di kawasan hutan sekitar Pura Besakih, pura terbesar di Bali. "Pokoknya kita akan buat Bali ini hijau," ujar Sulendra yakin. Sedikitnya, akan ada 13.000 batang pohon yang ditanam di area Besakih.
Kegiatan utama UNFCCC rencananya dimulai dengan pertemuan senior officials, pada 3-11 Desember, yakni pertemuan pejabat setingkat direktur jenderal. Sementara itu, pada 12-14 Desember digelar high level segment meeting, yakni pertemuan pejabat negara tingkat menteri dan kepala negara.
Semua pertemuan membahas dampak pemanasan global dan upaya pencegahan dan penanggulangannya. Di samping kegiatan utama, ada juga beberapa kegiatan sampingan yang bakal memeriahkan UNFCCC. Bentuknya beragam, mulai seminar, diskusi, hingga pameran.
Sudirman mengaku optimistis, kegiatan UNFCCC di Bali akan berlangsung sukses. Mengingat, berbagai persiapan telah diupayakan sematang mungkin. Terlebih, semua itu disorong semangat bahwa kegiatan UNFCCC di Bali merupakan kesempatan untuk meningkatkan citra Indonesia pada umumnya, dan Bali khususnya.
Asrori S. Karni, dan Komang Erviani (Denpasar)
[Konvensi Perubahan Iklim, Gatra Edisi Khusus Beredar Kamis, 22 November 2007]
Heute schon einen Blick in die Zukunft von E-Mails wagen? Versuchen Sie´s mit dem neuen Yahoo! Mail.
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.12/1162 - Release Date: 30/11/2007 21:26
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Ada nuansa berbeda pada dua semenanjung kecil di sisi timur Bali Tourism Development Corporation (BTDC), kawasan perhotelan elite di Nusa Dua, Bali. Tepatnya di Penninsula Island, semenanjung sempit yang menjadi ikon Nusa Dua. Semenanjung yang lebih menyerupai dua pulau ecil itulah yang menjadi dasar penamaan Nusa Dua, berarti dua pulau.



0 komentar:
Post a Comment